topbella

Minggu, 05 April 2015

MADURAKU YANG RELIGIUS

Madura adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur pulau Jawa. Pulau ini dihuni oleh suku Madura yang merupakan etnis dengan populasi besar di Indonesia. Sebagian besar masyarakat madura beragama Islam, walaupun ada juga masyarakat Madura yang memeluk agama lain selain islam. Masyarakat Madura yang memeluk agama lain selain islam bukan karena faktor bawaan dari lahir, melainkan faktor perkawinan silang dan transmigrasi penduduk dari luar pulau Madura.
Suku Madura merupakan salah satu pemeluk agama islam yang sangat taat sehingga dikenal sebagai suku yang religius. Ajaran islam begitu meresap dan mengakar pada tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Pulau Garam ini .
Kentalnya agama Islam di Madura tercermin dari masyarakatnya yang masih agamis dan taat menjalankan syari’at-syari’at Islam dengan baik. Di setiap Desa di Madura, terdapat paling sedikit satu masjid sebagai tempat peribadatan bagi masyarakat di sekitarnya. Maka tak jarang masjid- masjid tersebut dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menunaikan kewajibannya pada Sang Khalik .
Tidak hanya masjid, di Madura terdapat banyak pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama bagi mereka yang beragama Islam. Tak sedikit orang tua di Madura memasukkan putra putrinya ke pondok pesantren. Hal tersebut bertujuan agar putra putri mereka bisa mendapatkan banyak ilmu agama, selain ilmu-ilmu duniawi yang biasanya diperoleh melalui pendidikan formal.

Selain itu, kentalnya kebudayaan Islam di Madura juga ditandai dengan banyaknya upacara Islam dan selamatan di Madura. Salah satunya ialah diadakannya selamatan dan do’a untuk mengenang keluarga yang telah meniggal dunia yang dilaksanakan pada hari kamis malam, serta diadakannya banyak upacara lain sepanjang tahun, seperti selamatan Tajin Sora pada Bulan Muharram, selamatan untuk mikraj Nabi Muhammad SAW pada bulan rajab. Di bulan Ramadhan, selain mereka menunaikan ibadah puasa juga aktif melaksanakan kegiatan keagamaan lainnya seperti mengaji, membayar zakat fitrah dan sebagainya, serta pesta ketupat pada hari pertama bulan Syawal untuk merayakan berakhirnya puasa sunnah pada Bulan Syawal.

Budaya Islam dalam Kebudayaan dan Tradisi Masyarakat Madura

Indonesia memang merupakan negeri dengan berjuta budaya. Aneka ragam kebudayaan daerah Indonesia memang tersebar dalam berbagai macam bentuk kebudayaan masyarakat di seluruh wilayah Nusantara mulai dari Sabang sampai Merauke. Kebudayaan daerah tersebut dapat berupa tarian, lagu, rumah adat, senjata, tradisi, dan masih banyak lagi. Berbicara kekayaan budaya Indonesia memang tidak ada habisnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki beragam kebudayaannya masing-masing. Salah satu daerah di Indonesia yang juga kaya akan beragam kebudayaan adalah pulau Madura.
            Mungkin hampir semua masyarakat Indonesia sudah mengenal nama pulau Madura ini. Biasanya orang menjuluki pulau ini sebagai pulau garam karena pulau ini merupakan salah satu pulau penghasil garam terbesar di Indonesia. Namun, tak sedikit pula orang yang menjuluki pulau ini sebagai pulau Karapan Sapi. Julukan tersebut diberikan karena pulau ini juga terkenal dengan kebudayaan Karapan Sapinya. Namun ternyata, pulau Madura ini tidak hanya memiliki kebudayaan berupa adu balap sapi yang sangat terkenal ini. Pulau Madura juga menyimpan berbagai kebudayaan yang khas dan masih tetap lestari sampai saat ini. Bahkan tidak hanya itu, beragam kebudayaan di Madura tersebut juga tak jarang yang bernuansakan sendi-sendi ajaran Islam.
            Salah satu contoh kebudayaan Madura yang mengandung unsur-unsur Islami adalah  Tari Sholawat Badar atau Rampak Jidor. Tarian khas Madura ini merupakan tari yang menggambarkan karakterisitik orang Madura yang sangat religius dan memegang teguh ajaran agama Islam yang merupakan agama mayoritas masyarakat Madura. Tarian ini biasanya dimainkan oleh para wanita yang mengenakan hijab. Seluruh gerak dan alunan irama nyanyian yang mengiringi tari ini mengungkapkan sikap dan ekspresi sebuah puji-pujian, do’a dan zikir kepada Allah SWT.
            Selain Tari Sholawat Badar atau Rampak Jidor, contoh kebuadayaan Madura lainnya ialah Tembang Macapat. Tembang atau nyanyian dalam kebudayaan Madura ini dipakai sebagai media untuk memuji kebesaran Allah swt. Selain itu, tembang ini juga digunakan sebagai media untuk mengajak masyarakat Madura untuk mencintai ilmu pengetahuan dan memperbaiki akhlak.
            Contoh kebudayaan Madura yang dibalut budaya Islam lainnya ialah Tari Muang. Tarian tradisional Madura ini selalu menampilkan kata-kata yang tertera dalam Al-Qur’an seperti Allah dan Muhammad. Tarian ini masih tetap dilestarikan sampai saat ini sebagai tarian wajib untuk menyambut para wisatawan yang datang ke Madura, tetapi gerakannya tetap dibatasi dan masih terselipkan unsur-unsur Islami.

            Contoh-contoh kebudayaan Madura di atas, hanyalah beberapa kebudayaan yang bernuansa budaya Islam di Madura. Selain kabudayaan-kebudayaan di atas, masih banyak kebudayaan dan tradisi di Madura yang mengandung unsur-unsur Islam. 

About Me