topbella

Selasa, 21 Oktober 2014

Kasih-Mu Robbi

Kala kabut hitam kegelisahan menyelimuti kalbuku
Menyebut asma-Mu persembahkan kedamaian
yang menyibak setiap kegelisahanku
Saat lorong kelam kegundahan menghimpit
Kasih-Mu hadir laksana cahaya putih
yang membelah lorong kegundahanku
Ketika mendung kesedihan menyita setiap cahaya hidupku
Cinta-Mu hadir membawa cahaya nansuci
sebagai penerang setiap langkah kakiku

Robbi…
Saat ku mulai lelah menapaki setiap jalan kehidupan ini
Saat langkahku mulai tertatih dan tak berdaya
Keagungan-Mu menaungi setiap langkah kecilku
Membawa kedamaian dan kesejukan penuh kasih sejati
Keperkasaan-Mu mengokohkan setiap langkahku
Semoga kasih sayang-Mu Robbi akan senantiasa
mengiringi setiap jejak langkahku
menuju ridho dan cinta-Mu

Minggu, 12 Oktober 2014

SUJUDKU

Rembulan memancarkan cahaya lembut berseri
Seraya tersenyum syahdu menatap kebesaran-Nya
Gemintang berkedip anggun
menyapa setiap anugerah-Nya dengan suara tahlil
Sementara sang angin berbisik lembut
memainkan seruling tahmit nan merdu
Ditemani seruan reranting yang saling bersambut riuh
mengumandangkan istighfar pada-Nya
Bersama gemercik tetesan air langit yang mengisyaratkan takbir
untuk memuji kebesaran penciptanya

Kala seluruh alam memuji Yang Esa dengan caranya
Daku hanya mampu mempersembahkan sujud sederhana
Namun tulus dan penuh harap pada-Nya
Sujud yang kupersembahkan untuk menyapa keindahan-Nya
Sujud untuk memohon ampunan dan harapan dari-Nya Yang Maha Pengasih

Robbi…
Malam ini, kuhantarkan sujudku
Bersama seluruh kerinduanku akan cinta-Mu
Dan segenap harapanku akan maghfirah-Mu
Beserta seluruh permohonanku akan mutiara-mutiara kasih-Mu
yang senantiasa kudamba dalam setiap hembusan nafasku

Untukmu Pertiwi

Untukmu pertiwi…
Kupersembahkan segenap asa
Dalam hamparan nusantaramu
Hingga jiwaku tenggelam
Dalam birunya lautan pesonamu
Kuserahkan segenggam mimpi
Dalam bingkai pancasila
Hingga batinku mampu menjelajah
Hamparan keindahan tanah air ini

Disini,, di bawah cakrawala nan indah
Kulukis jutaan impian untuk rona indah senyummu
Di sini,, di balik bias senja khatulistiwa
Kulukis harapan lewat aneka warna pelangi suku bangsamu
Agar garuda dapat terbang bebas
Menembus cakrawala, menerjang dinding penghalang,
Dan meraih kilau gemintang harapan untukmu pertiwi

Ku gantung  sejuta impian pada atap khatulistiwa
Agar merah putihmu tetap mampu berkibar
Pada tiang tiang tertinggi seluruh penjuru negeri
Dan agar garudamu tetap kokoh
Mencengkeram sendi-sendi pembangunan

Karena hanya untukmu pertiwi,,
Ku persembahkan jutaan mimpiku
Untuk tempat ku berpijak ini
Jutaan mimpi yang akan tetap hidup
Dan tumbuh subur bersama harapan
Karena do’a-do’a yang selalu menyirami
Dan kupersembahkan seluruh cinta, harapan, dan do’aku

Untukmu pertiwi… 

Arti Sebuah Persahabatan

Sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, semua orang pasti membutuhkan orang lain dalam menjalani hidupnya. Setiap orang pasti membutuhkan keluarga, kerabat, teman, bahkan sahabat. Sahabat adalah seseorang yang begitu dekat atau akrab dengan kita. Sementara sahabat sejati adalah sahabat yang selalu setia menjadi tempat berbagi dalam suka maupun duka. Sahabat sejati selalu senang jika melihat sahabatnya bahagia dan selalu bersedia membantu sahabatnya disaat sahabatnya sedang mengalami kesulitan. Disaat kita mendapat kebahagiaan, seorang sahabat sejati tidak akan pernah iri karena kebahagiaan kita, karena seorang sahabat sejati pasti ikut merasa bahagia apabila melihat sahabatnya bahagia. Sahabat sejati juga akan selalu mengingatkan kita agar tidak lupa bersyukur dan terlena karena kebahagiaan yang sedang kita rasakan. Begitupun sebaliknya, disaat kita mendapat kesulita atau musibah, maka seorang sahabat sejati tidak akan meninggalkan kita begitu saja. Seorang sahabat sejati pastilah setia menemani dan mendukung kita disaat kita mengalami kesulitan. Ia pasti juga akan selalu berusaha membantu kita mengatasi masalah yang kita hadapi.
Selain setia menemani disaat susah maupun senang, sahabat sejati juga akan senantiasa saling melengkapi. Disaat kita melakukan kesalahan, maka seorang sahabat sejati akan tetap sabar dan senantiasa mengingatkan kita atas kesalahan yang kita lakukan. Sahabat sejati tidak akan langsung menghardik atau menghakimi kita atas kesalahan yang kita lakukan apa lagi sampai meceritakan dan menjelek-jelekkan sahabatnya di depan orang lain. Sahabat sejati akan selalu sabar dan berusaha melengkapi kekurangan-kekurangan kita.
Selain setia menemani disaat susah maupun senang dan saling melengkapi, seorang sahabat sejati juga akan senantiasa memberikan arti dan warna yang indah dalam hidup kita. Laksana pelangi yang senantiasa memberikan warna dan keindahan yang mempesona, maka begitulah arti persahabatan yang sesungguhnya. Persahabatan yang sesungguhnya akan senantiasa menghiasi hidup kita dengan kebahagiaan dan keceriaan. Makan, tertawa, bercanda, jalan-jalan, belajar, dan berbagai hal indah lainnya yang kita lakukan bersama sahabat-sahabat kita dapat membuat hidup kita terasa lebih indah dan menyenangkan. Maka semua orang pasti membutuhkan sahabat agar hidupnya terasa lebih indah dan menyenangkan.
Karena semua orang membutuhkan sahabat, maka saya pun membutuhkan sahabat dalam hidup saya. Saya memiliki 4 orang sahabat di masa putih abu-abu. Dari merekalah saya mulai belajar tentang arti yang sesungguhnya dari sebuah persahabatan sejati. Bersama mereka, saya belajar tentang arti persahabatan dimana tak ada lagi kata iri, bohong, dendam, dan benci. Bersama mereka, saya melukis indahnya masa putih abu-abu yang tak akan pernah bisa saya lupakan sepanjang hidup saya. Karena hari-hari yang saya lewati bersama mereka terasa begitu indah dan menyenangkan. Kami selalu berusaha saling melengkapi kekurangan satu sama lain dan saling berbagi dalam susah maupun senang. Bagi saya, itulah arti sebuah persahabatan yang sesungguhnya yang akan selalu saya ingat dan saya kenang sebagai salah satu pelajaran berharga dalam hidup saya.

Berikut adalah sebuah puisi sederhana untuk sahabat-sahabat saya:

Bukan Sekedar Imajinasi

Dulu ku bermimpi melukis cakrawala
Dengan sejuta warna menawan
Dulu ku berkhayal memetik sejuta bintang
Untuk ku bawa ke singgasana penantian
Dan dulu aku berangan meraih pelangi
Tuk warnai kanvas kehidupan

Dan kini semua itu bukan sekedar imajinasi
Kini semua itu bukan hanya halusinasi
Atau sekedar mimpi yang tak berarti

Kini…
Aku tak butuh melukis cakrawala
Karena telah ku lukis sejuta warna
Dalam pesona persahabatan hakiki
Aku tak butuh bintang pada singgasana penantian ini
Karena kini singgasana penantianku
Telah terisi oleh nuansa persahabatan
Dan aku tak butuh warna pelangi
Karena kini kanvas hidupku telah penuh dengan
Rona warna persahabatan sejati

Sahabat…
Jika kau adalah api
Maka kau adalah api pada lilin harapan
Yang tetap tegak pada sumbu keabadian
Jika kau adalah sinar
Maka kau adalah sinar mentari
Yang selalu menjanjikan kehangatan canda tawa
Dan jika kau adalah air
Maka kau adalah air yang senantiasa
Mengalir di sungai kebahagiaanku

Karena bersamamu kujalani hari-hari indahku
Seindah pelangi yang muncul setelah badai
Dan ku lalui masa-masa termanis
Semanis rona mentari
Yang selalu tersenyum manis di balik jendela
Karena bersamamu mimpi-mimpiku
Bukan lagi sekedar imajinasi tak berarti.

Untuk Negeri Keabadian

Pernahkah kau bayangkan wahai insan?
Suatu negeri dimana tak ada lagi kefanaan
tak ada lagi kebohongan
Dan tak ada lagi fantasi
seta imajinasi …

Yang tersisa hanyalah keabadian
Yang ada hanyalah kekal
Dan disaat itu…
Tahta tak mampu jadi perisai
Mahkota tak sanggup jadi tameng pelindung
Bahkan harta tak mampu jadi pusaka

Saat itu..
Singgasanamu hanyalah kepalsuan
yang tak mampu menjadi mata air harapan
dalam gersangnya nurani.
Kursi kerajaanmu sekedar imajinasi sesaat
yang tak sanggup menjadi binar penolong
dalam kelamnya asa.

Di negri itu…
Tahta dan hartamu yang fana itu
Hanyalah hiasan ilusi
yang tak piawai menjadi benteng penyelamatmu.
Kemewahan yang selalu kau banggakan itu
hanyalah aurora sesaat dalam bukit fantasi
yang tak bisa menjadi ornamen dalam kesengsaraan.

Di negri itu…
Semua bersujud pada keagunganNya
Memohon ampunan dan harapan
Karena hanya amal yang mampu jadi pahlawan
Laksana oasis dalam gurun keterpurukan
Hanya fitrah yang menjelma menjadi penolong
Ibarat pelangi dalam badai kegundahan
Hanya ilmu yang sanggup jadi penyelamat
Bak cahaya putih yang membelah lorong kelam kesedihan

Lantas, apa yang telah engkau persiapkan
untuk celenganmu di masa itu wahai insan ?
Apa yang akan kau persembahkan untuk
menghadapNya kelak?
Dan apa yang akan engkau bawa
sebagai bekalmu di negeri keabadian itu?

Puisi di atas menggambarkan tentang suatu alam yang kekal yaitu alam akhirat yang dalam puisi tersebut digambarkan sebagai “negri keabadian”. Seperti yang kita ketahui, memang dunia ini hanyalah dunia yang fana. Dan setelah kematian, manusia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia. Tak ada perbuatan sekecil apapun yang tak akan mendapatkan balasan. Ibarat kata pepatah “Siapa yang menanam maka ialah yang akan memetik buahnya”. Maka semua perbuatan baik manuasia akan dibalas dengan hal yang baik pula. Begitupun sebaliknya, perbuatan jahat akan dibalas dengan keburukan yang amat pedih. Dan itu berlangsung selama-lamanya. Bayangkan saja, ternyata waktu 1000 tahun di dunia hanyalah sehari waktu di akhirat. Bayangkan betapa meruginya orang-orang yang tidak mau berbuat baik selama hidup di dunia, maka ia akan mengalami penyiksaan dan pembalasan atas perbuatannya untuk selamanya.

Dan pada masa itu, tak akan ada lagi kebohongan. Karena mulut tak dapat lagi membela diri dan berdusta. Mulut kita akan terkunci dan anggota tubuhlah yang akan menjadi saksi nyata atas segala perbuatan kita di dunia. Lantas apakah yang mampu menyelamatkan kita di masa itu? Salah satu hal yang dapat menyelamatkan kita disaat itu adalah amal dan ilmu yang kita miliki.

Berbicara masalah ilmu, menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi semua umat manusia baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan kata bijak mengatakan “Tuntutlah ilmu dari buaian Ibu sampai liang lahat”. Sejak kita dilahirkan ke dunia ini, memang kita sudah mulai belajar tentang suara, warna, termasuk wajah orang tua kita. Dan proses belajar kita harus terus berlanjut sampai di liang lahat. Jadi, menuntut ilmu bukan hanya sebuah keharusan, melainkan sebuah kebutuhan bagi manusia. Manusia butuh menuntut ilmu sejak ia lahir ke dunia sampai meninggal. Karena dengan ilmu, manusia dapat meraih kesuksesan di dunia, bahkan juga di akhirat kelak. Arti kesuksesan itu bagi saya adalah disaat kita dapat meraih semua impian dan cita-cita kita di dunia, mampu menjadi orang yang memberikan manfaat untuk banyak orang di dunia serta menjadi orang yang tidak merugi di akhirat kelak.

Jadi, sebagai manusia kita harus menuntut ilmu untuk bekal hidup kita di dunia, dan yang penting juga untuk bekal kehidupan kita di alam akhirat yang kekal nantinya.

Cinta-Mu yang Abadi

Kala malam tanpa secercah cahaya,
Cahaya suci-Mu selalu jadi penerang
Saat mentari tak sanggup terbit,
Kasih-Mu mampu memberi kehangatan
Bila kerontang melanda,
Keagungan-Mu bak mata air harapan

Jika kasih sayang insan ibarat setetes air
Maka kasih sayang-Mu laksana samudera
yang tak akan pernah surut
Bila cinta insan seperti sekuntum bunga
Maka cinta-Mu bak jutaan bunga di taman surga
Yang selalu mempersembahkan semerbak dan pesona memikat

Sementara aku…
Aku hanyalah seonggok daging tak berharga
yang senantiasa mengharap kasih-Mu
Aku hanyalah secarik kertas kumal
tanpa goresan bermakna
Aku hanyalah sebuah damar
dengan api kecil pada sumbu yang nyaris kering
Api yang seringkali dipermainkan angin
Namun tetap berusaha tegak
Berdiri menatap keagungan-Mu yang Maha Esa

Robbi…
Kasih-Mu adalah dambaan
Cinta-Mu adalah harapan
Merindukan-Mu adalah sebuah kepastian
Engkaulah penerang dalam gulita
Engkaulah penyejuk dalam jiwa
Enkau laksana oasis dalam gurun kegelisahan
Engkaulah pemilik kasih yang hakiki
Dan milik-Mu lah cinta yang abadi.

Jika kita berbicara tentang keabadian, maka yang terbesit di benak kita pastilah Sang Pencipta. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Sang Pencipta. Puisi di atas menggambarkan betapa besarnya kasih sayang Allah terhadap kita. Terkadang kita sering kali marah, menghujat, bahkan menyalahkan Allah atas semua kesulitan yang menimpa kita. Terkadang kita kecewa dan terluka karena Allah tidak mengabulkan apa yang kita minta. Tapi itu bukan berarti bahwa Allah tidak menyayangi kita. Hal itu dikarenakan Allah memiliki sifat Maha Mengetahui. Jadi, pastilah Ia lebih mengetahui segala sesuatu yang terbaik untuk kita.

Terkadang Allah memang tidak memberikan apa yang kita inginkan dan kita minta. Tapi Allah senantiasa memberikan apa yang kita butuhkan. Pernahkah kita meminta agar Allah memberikan udara untuk kita bernfas? Pernahkah kita meminta agar Allah memberikan sinar matahari sebagai sumber energi kehidupan di bumi? Atau pernahkah kita meminta tanah sebagai tempat kita berpijak ini? Jawabannya pastilah tidak. Itulah salah satu bukti bahwa tanpa kita mintapun, Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Maka Ia berfirman dengan penuh penuh kasih:
“Sesungguhnya Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku, dan Aku selalu menyertainya bila ia mengingat-Ku dalam dirinya. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Dan bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka aku akan mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari”. (HR : Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya tidak akan ada habisnya. Bahkan walaupun kita seringkali melanggar perintahnya, Allah senantiasa tetap memperdulikan kita dan menyayangi kita. Ketika Allah memberikan kita musibah atau cobaan, itu artinya Allah masih memperdulikan kita dan menyayangi kita. Musibah yang kita hadapi dapat berupa hukuman, teguran, ataupun ujian. Dan itu semua merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Karena melalui musibah yang kita alami, Allah mau mengajari kita menjadi manusia yang lebih kuat dan tegar dari sebelumnya.

Coba bayangkan jika kita berjalan di jalanan yang datar dan jauh tanpa ada tanjakan, turunan, bahkan tanpa tikungan. Pastilah perjalanan kita akan terasa membosankan dan kita akan berjalan semau kita tanpa memperhatikan apapun. Nah, begitupun hidup, jika hidup kita hanya berjalan datar tanpa ada cobaan, pastilah hidup ini akan terasa membosankan. Selain itu, kita pasti akan menjalani hidup sesuka hati kita tanpa memperhatikan aturan. Kita tidak akan mengenal yang namanya bersyukur dan merasa bahagia ketika terlepas dari suatu permasalahan. Pastilah kita menjadi manusia yang manja, rapuh, dan lemah karena kita tidak pernah dilatih untuk hidup tegar dan kuat menghadapi masalah.

Melalui masalah yang kita hadapi, Allah juga ingin mengingatkan kita disaat kita mulai lalai dan hilang arah. Di saat itu, dengan penuh kasih sayang, Allah memberikan sentilan kecil untuk kita agar kita bisa sadar dan segera kembali ke jalannya. Lihatlah, betapa indahnya cara Allah mengingtkan hamba yang begitu dicintai-Nya. Bayangkan jika Allah tidak menegur dan mengingatkan kita disaat kita mulai hilang arah. Pastilah kita akan terlena dan tersesat lebih jauh lagi.

Nah, itulah bentuk-bentuk cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya. Begitu besarnya kasih sayang itu. Maka ingatlah Allah dalam setiap hembusan nafasmu, karena Allah begitu dekat denganmu, bahkan lebih dekat dari pada urat nadimu. Dan ingatlah bahwa kasih sayang Allah begitu besar dan abadi untuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya.

About Me